Showing posts with label Ilmu Sosial Lainnya. Show all posts
Showing posts with label Ilmu Sosial Lainnya. Show all posts

Pengertian, Fungsi dan Paradigma Manajemen Sumber Daya Manusia (SDM) Menurut Armstrong

Jelaskan pengertian dan fungsi Manajemen SDM!

Pengertian Manajemen SDM

Menilik dari pendapat Armstrong bahwa:

"Human resource management is defined as a strategic and coherent approach to the management of an organization’s most valued assets the people working there who individually and collectively contribute to the achievement of its objectives”

Yang dapat diterjemahkan bebas dalam definisi bahwa manajemen SDM adalah bentuk pendekatan strategis dan koheren manajemen terhadap aset berharga suatu organisasi dimana subyek yang terlibat di dalamnya, secara individual dan kolektif, memiliki kontribusi terhadap pencapaian dari usaha bersama tersebut.

Menurut pendapat saya, manajemen SDM adalah sebuah seni dalam mengelola potensi setiap pribadi yang ada pada organisasi agar tujuan bersama bisa tercapai secara maksimal.

Fungsi Manajemen SDM

Armstrong juga mengemukakan bahwa fungsi dari manajemen SDM diantaranya adalah "::...... to acquiring, developing, managing, motivating and gaining the commitment of the organisation’s key resource. – the people who work in and for it.”

Ini bisa diartikan fungsi daripada manajemen SDM adalah untuk mengenali, mengembangkan, mengelola, memotivasi dan memperoleh komitmen dari para anggota organisasi yang berkontribusi di dalamnya..

Lebih spesifik lagi, fungsi manajemen SDM dapat dikategorikan menjadi:

  • Managerial Functions, (fungsi pengelolaan)
  • Operative Functions, and (fungsi operasional)
  • Advisory Functions (fungsi pengawasan)


Jelaskan secara singkat pergeseran peran Manajemen SDM!

Menurut Putri Wulandari, pergeseran paradigma dalam manajemen SDM ada 3 yakni diawali dengan Departemen Personalia, Human Resource Strategik, hingga Talent Management.

Paradigma Departemen Personalia (1970-1980)

Pada fase Departemen Personalia, manajemen SDM memiliki tugas untuk bertanggung jawab dalam mengelola Sumber Daya Manusia dalam sebuah organisasi seperti masalah recruiting, menggaji, dan memastikan bahwa setiap pegawai memiliki manfaat yang diperlukan. Fase ini lebih menonjolkan kepentingan bisnis dari organisasi yang dimaksud.

Paradigma Human Resource Strategic (1980 - 1990)

Pada fase ini, manajemen SDM memiliki peran yang lebih kompleks, terutama dalam hal merekrut orang yang tepat, training SDM, menyusun desain dan struktur organisasi, mengembangkan paket kompensasi menyeluruh dan terpadu, menghitung pembagian  saham dan bonus, serta fungsi pelayanan kesehatan dan kesejahteraan karyawan.

Paradigma Talent Management

Ini merupakan fase terakhir yang merupakan pengembangan dari fase sebelumnya dimana manajemen SDM memiliki tugas terintegrasi untuk melakukan proses recruitment), mengembangkan (developt), dan mempertahankan (retention) orang-orang yang memilki bakat (talent) yang dibutuhkan organisasi untuk mencapai keunggulan organisasi.

Tanggapan pertanyaan dosen: Bagaimana peran MSDM di era pandemi covid seperti ini?

Peran MSDM di era pandemi sangat krusial dalam menemukan dan menanggulangi berbagai dampak yang diakibatkan oleh hal-hal force majeur seperti ini. Misalnya melakukan perampingan karyawan untuk mengimbangi lesunya permintaan pasar dimana di dalamnya terdapat paket kebijakan yang harus mempertimbangkan kelangsungan hidup organisasi dan para subyek di dalamnya, kemudian MSDM juga sangat dibutuhkan sebagai jembatan penengah untuk mengatasi gejolak internal organisasi. 


Sumber:

  • https://www.academia.edu/8593967/Michael_Armstrong_th_edition_10_HUMAN_RESOURCE_MANAGEMENT_PRACT_ICE
  • Functions of Human Resource Management
  • https://www.enotesmba.com/2014/11/functions-of-human-resource-management.html
  • Pergeseran Paradigma dalam Manajemen Sumber Daya Manusia
  • https://bandung.lan.go.id/index.php?r=post/read&id=332


STUDI KASUS PERILAKU SOSIAL DAN PERILAKU INDIVIDUAL DALAM PEMBELAJARAN DI MASA PANDEMI

Pandemi Covid-19 mengharuskan UT melakukan penyesuaian proses pembelajaran. Salah satunya, bantuan belajar yang berbentuk  tutorial tatap muka (TTM) diubah menjadi tutorial webinar (Tuweb). Perubahan ini mengharuskan mahasiswa juga melakukan penyesuaian; dari tadinya harus datang ke lokasi tutorial menjadi harus memiliki komputer atau  smartphone yang terkoneksi internet.  Untuk mengatasi ketiadaan komputer atau smartphone dan menghemat biaya pulsa internet, sekelompok mahasiswa UT berinisiatif  belajar bersama dengan menggunakan komputer bersama dan iuran untuk membeli modem dan membeli pulsa. Dengan cara demikian mereka dapat mengikuti Tuweb dengan lancar dan mendiskusikan bersama hasil tutorial  setiap kali selesai tutorial.

SOAL:

Kegiatan sekelompok mahasiswa UT tersebut merupakan perilaku sosial atau perilaku individual? Jelaskan!

JAWABAN:

Saya  berpendapat bahwa apa yang dilakukan oleh sekelompok mahasiswa UT tersebut adalah perilaku sosial. Mengapa demikian?

Menurut Hurlock (1995), perilaku sosial adalah aktifitas fisik dan psikis seseorang terhadap orang lain atau sebaliknya dalam rangka memenuhi diri atau orang lain yang sesuai dengan tuntutan sosial.

Berdasarkan definisi dari Hurlock, dapat disimpulkan bahwa tindakan yang dilakukan oleh mahasiswa UT pada deskripsi diatas  adalah perilaku sosial. 

Indikasi pertama muncul ketika sekelompok mahasiswa UT tersebut melakukan aktifitas fisik berupa kegiatan berkumpul dan aktifitas psikis berupa belajar yang mengasah kemampuan berpikir mereka.

Indikasi kedua, seperti yang dijelaskan dalam definisi diatas, adalah ‘dalam rangka memenuhi diri atau oranglain’. Jika dilihat dari deskripsi yang diberikan, maka penggambarannya tepat sekali berkaitan dengan pemenuhan kebutuhan diri dan kelompok mahasiswa UT tersebut yakni belajar bersama untuk menutupi kondisi karena keterbatasan komputer dan smartphone serta untuk menghemat biaya pulsa internet. Dari kondisi-kondisi ini, para mahasiswa tersebut memiliki kesamaan dalam pemenuhan kebutuhan diri dan kelompoknya.

Indikasi ketiga nampak pada pernyataan ‘tuntutan sosial’. Dalam kasus yang diberikan di atas, maka ‘tuntutan sosial’nya berupa pembelajaran kuliah melalui Tuweb yang diwajibkan sebagai pengganti TTM karena pandemi Covid-19 tidak memungkinkan untuk bertatap muka.

Dari tiga indikasi yang dicantumkan melalui penjabaran definisi perilaku sosial diatas, maka kegiatan mahasiswa UT tersebut benar-benar memenuhi konsep-konsep utama perilaku sosial.

SOAL

Kajian Psikologi Sosial bersinggungan dengan kajian Sosiologi dan Antropologi. Jelaskan hubungan antara Psikologi Sosial, Sosiologi, dan Antropologi!

JAWABAN

Psikologi sosial sangat erat kaitannya dengan Ilmu Sosiologi dan Antropologi. Sebagai ilmu, psikologi sosial mempelajari kejiwaan dari perilaku kehidupan sosial yang kemudian menjembatani ilmu-ilmu sosial lain karena berkenaan dengan kebudayaan, norma-norma, hubungan sosial antar satu individu dan individu lain, serta perilaku manusia di masa lampau yang mendasari bagaimana perilaku sosial masyarakat di masa kini.

Dalam kaitannya dengan ilmu sosiologi yang mempelajari interaksi individu dengan kelompok sosial dan antar kelompok sosial, maka psikologi sosial menjelaskan fenomena dari hubungan sosial tersebut dengan pendekatan psikologi atau keadaan jiwa dari individu-individu dan kelompok-kelompok sosial tersebut. Dengan demikian, maka hubungan sosial yang terjadi bisa diketahui motif psikologinya; mengapa dan bagaimana cara menghadapi hubungan-hubungan sosial yang terjadi.

Sementara itu antropologi yang membahas mengenai perilaku sosial suatu individu dan suprastruktur budaya tertentu, memiliki kaitan dengan psikologi sosial sebagai unsur penjabar dari ilmu antropologi ini. Antropologi lebih condong pada mempelajari perilaku dan kepribadian manusia dalam suatu bangsa sejak memori pertama bangsa tersebut terekam. Baik memori berupa ilmu pengetahuan, hubungaan sosial, sistem sosial yang berlaku dan norma-norma budaya yang melekat pada bangsa  tersebut.

Kesimpulan dari hubungan antara Psikologi Sosial, Sosiologi dan Antropologi adalah:

Psikologi sosial memfokuskan pada perilaku individu, sementara Sosiologi fokus pada  sistem dan struktur sosial yang dinamis atau konstan tanpa bergantung pada individu atau lebih memfokuskan pada masyarakat dan budaya yang melingkupi individu. Sedangkan Antropologi memfokuskan pada ‘memori’ individu yang membentuk suatu sistem kepribadian bangsa.

Jadi psikologi sosial merupakan jembatan/penjabar dari Antropologi dalam menguraikan fenomena pada Sosiologi menggunakan pendekatan kejiwaan dari individu dalam ruang lingkup sosialnya.

Sumber:

BMP Modul ADPU4218 Psikologi Sosial – Universitas Terbuka


Penjelasan Singkat Tentang Perilaku Individu dan Perilaku Sosial Beserta Ciri-Cirinya

TUGAS

Coba amati perilaku teman anda dalam keseharian. Manakah yang bisa anda kategorikan ke dalam perilaku individu dan perilaku sosial. Sebutkan ciri-cirinya!

JAWABAN

Menurut Walgito (2004), perilaku  manusia terdiri dari perilaku-perilaku yang tampak oleh mata (over behaviour, seperti bekerja, menangis, dan sebagainya) dan perilaku-perilaku yang tidak tampak oleh mata (cover behaviour, seperti berfikir, perasaan, emosi, kebutuhan, sikap, dll).

Dalam kehidupan sehari-hari, masing-masing individu selalu menunjukkan perilaku, baik perilaku individu maupun perilaku sosial, secara nampak (over behaviour) maupun tidak (cover behaviour).

Perilaku individu adalah aktifitas fisik dan psikis seseorang terhadap dirinya sendiri dan oranglain yang mencerminkan kepribadian orang seorang tersebut.

Contohnya:

  • Berlaku sopan dan bertutur kata santun
  • Makan dengan cara duduk di meja makan
  • Bersikap toleran, open-minded terhadap perubahan
  • Memiliki prinsip pribadi dalam bersosial dengan lingkungan sosial

Sementara itu, menurut Hurlock (1978), perilaku sosial adalah aktifitas fisik dan psikis seseorang terhadap oranglain atau sebaliknya dalam rangka memenuhi diri atau oranglain sesuai dengan tuntunan sosial. Ahmadi (2001), menambahkan bahwa ‘perilaku yang menunjukkan atau memperlihatkan, menerima, mengakui, menyetujui serta melaksanakan norma-norma yang berlaku dalam individu berada.

Contohnya dalam kehidupan sehari-hari:

  • Makan dengan cara berdiri di acara night gala/prasmanan
  • Seseorang yang open-minded, bahkan terhadap eksistensi LGBT, tidak akan membicarakan hal tersebut secara bebas di lingkungan sekitarnya yang konservatif
  • Seseorang yang suka bermalas-malasan, tetap akan mengikuti kegiatan kerjabakti di lingkungan warga karena jika tidak ia akan beroleh sanksi sosial

Dilihat dari contoh-contoh diatas, maka bisa disimpulkan bahwa perilaku individu lebih difokuskan pada sikap dan fenomena batin penilaian individu untuk konsumsi diri individu itu sendiri. Sementara perilaku sosial lebih menekankan pada cara bertindak dan berlaku untuk pemenuhan tuntutan sosial/norma-norma sosial yang dipengaruhi faktor sosiologis, biologis, lingkungan dan fisik, budaya dan psikologis.


Sumber:

  • BMP Modul ADPU4218 Psikologi Sosial – Universitas Terbuka
  • repository.upi.edu


[MATERI] Fungsi Sikap dalam Psikologi Sosial dan Contoh-Contoh Bentuk Sikap

Pengertian Sikap dalam Kaitannya dengan Psikologi Sosial

Menurut W.J. Thomas, sikap adalah suatu kesadaran individu yang menentukan perbuatan-perbuatan yang nyata ataupun yang mungkin akan terjadi dalam kegiatan-kegiatan sosial. (Abu Ahmadi, 1998:160)

Dalam batasan mengenai definisi sikap diatas, dapat dikatakan bahwa sikap atau attitude itu selalu mengarah pada suatu hal atau suatu obyek. Obyek-obyek ini bisa berupa benda, manusia, peristiwa, lembaga/organisasi, norma, nilai kemasyarakatan atau hal lainnya.

Jika bertolak pada pertanyaan tutor, maka sebagai manusia, kita semua pernah menunjukkan sikap atau kondisi tertentu dalam kehidupan sehari-hari. Dan pada dasarnya, setiap sikap memiliki fungsi masing-masing terhadap diri individu. Berikut adalah fungsi ‘sikap’ atau attitude dalam kehidupan bermasyarakat dan contoh yang saya lakukan sendiri.

4 Fungsi Sikap dan Contoh-Contoh Bentuk Sikap dalam Kehidupan Sehari-hari

  • Sikap berfungsi sebagai alat untuk menyesuaikan diri

Artinya, sikap yang bersifat mengkomunikasikan dengan dilandasi kepentingan bersama dan pengalaman bersama, bisa menjadi rantai penghubung antara orang dengan kelompok.

Contohnya: Saya bersikap untuk berhati-hati memutuskan atau berucap sesuatu di tempat kerja karena ia bisa menjadi boomerang bagi saya apabila rekan kerja salah mengartikan keputusan dan ucapan saya tersebut (miscommunication).

  • Sikap berfungsi sebagai alat pengatur tingkah laku

Ini artinya, sebagai dewasa yang secara psikologis memiliki mental sehat, terdapat proses sadar yang berwujud pertimbangan-pertimbangan terhadap berbagai rangsangan untuk kemudian memunculkan reaksi dalam bersikap.

Contohnya: sebagai karyawan di perusahaan jasa, customer first adalah motto pelayanan di tempat saya bekerja. Tidak jarang kami menerima complain, caci-maki dan kata-kata pedas yang memerahkan telinga. Akan tetapi, tentu kami harus bisa menempatkan diri dan mengatur tingkah laku terhadap rangsangan psikologis yang dilakukan oleh pelanggan kami setiap harinya. Kami bersikap dengan mendengarkan seksama setiap keluhan dan memberikan solusi dengan kepala dingin. Pengaturan tingkah laku dalam bersikap ini didasarkan agar pelanggan tidak kapok menggunakan jasa kami.

  • Sikap berfungsi sebagai alat pengatur pengalaman-pengalaman

Maksudnya adalah, sikap dapat digunakan sebagai alat untuk bertindak atau tidak bertindak dalam merespons setiap rangsangan yang pernah ada yang dituangkan dalam pemberian nilai dan pengambil keputusan sehari-hari.

Contohnya: suatu hari, saya pulang larut malam. Jalanan menuju rumah kost temaram karena kurang pencahayaan. Sambil melaju santai, tiba-tiba roda kendaraan saya terperosok dan saya hampir jatuh terjungkal. Ternyata di sisi jalan yang saya lewati terdapat lubang (obyek). Saya tidak tau mengapa tiba-tiba ada lubang disitu. Keesokan harinya, di waktu dan kondisi yang sama, saya mengolah pengalaman sebelumnya untuk diekspresikan dalam bentuk sikap yakni menghindari ruas jalan yang berlobang tersebut. Sikap ini didasarkan pengalaman agar saya tidak terjatuh di lubang yang sama.

  • Sikap berfungsi sebagai pernyataan kepribadian

Sikap dapat dijadikan rujukan untuk melihat kepribadian seseorang. Dengan mempertimbangkan aspek kognitif, afektif dan konatif, kita bisa menilai pribadi seseorang dengan melihat respons sikapnya terhadap suatu obyek tertentu. Karena sikap tidak pernah terpisah dari pribadi yang mendukungnya.

Contoh: saya paling tidak suka melihat fenomena adanya ormas-ormas tertentu yang berbuat semena-mena atas dasar keyakinan religius tanpa mengindahkan prosedur hukum yang berlaku. Sikap saya ini didasari pada kepribadian saya yang menyukai ketenangan, keteraturan hukum, law and order. Di tempat kerja, saya juga paling lantang menegur pribadi-pribadi yang melanggar aturan main (SOP) perusahaan. Karena hal tersebut akan memicu perselisihan dan menjadi bomb waktu di kemudian hari.

Selain pendapat mengenai 4 fungsi sikap diatas, terdapat pula pendapat lain mengenai fungsi-fungsi sikap terhadap individu, yakni:

  • Sikap berfungsi sebagai pengetahuan

Dalam hal ini, fungsi sikap dapat membentu individu menginterpretasi stimulus baru dan memilih respons yang sesuai. Ini berkaitan dengan fungsi sikap sebagai alat pengatur pengalaman-pengalaman seperti uraian diatas.

  • Sikap berfungsi sebagai perbandingan sosial

Sikap, juga dapat digunakan proses pembelajaran dengan perbandingan penilaian antara diri dengan oranglain mengenai pendapat apakah sesuai itu benar atau salah. Ini berkaitan dengan sikap sebagai alat untuk menyesuaikan diri dan sebagai pernyataan kepribadian.

  • Sikap berfungsi identitas

Identitas seseorang sebagai makhluk individu dan sosial dapat dilihat dari sikapnya dalam menilai dan merespons terhadap suatu rangsangan. Ini berkaitan dengan pernyataan bahwa sikap sebagai pernyataan kepribadian individu.

  • Sikap berfungsi sebagai pertahanan diri

Sikap dapat melindungi seseorang individu dari penilaian negatif, seperti sikap dalam bermasyarakat. Dalam contoh ini, saya pribadi mencontohkan sebagaimana dalam uraian sikap sebagai alat untuk menyesuaikan diri.

  • Sikap berfungsi sebagai harga diri

Sikap seseorang dapat dijadikan alat untuk menjaga dan meningkatkan harga diri. Sifat ini dikaitkan dengan sikap sebagai alat untuk menyesuaikan diri dan alat pengatur tingkah laku.

  • Sikap berfungsi sebagai pemberian motivasi kesan

Fungsi ini diartikan bahwa sikap seseorang dapat berfungsi mengarahkan oranglain untuk memberikan penilaian atau kesan positif.


Kesimpulannya, sikap seseorang dalam kehidupan sehari-hari memiliki fungsi masing-masing terhadap individu tersebut. Fungsi sikap tersebut dipengaruhi oleh rangsangan atau obyek yang mendasarinya. Ini nampak jelas dari definisi sikap itu sendiri.


Sumber:

  • BMP ADPU4218 Psikologi Sosial – Universitas Terbuka
  • digilib.uinsby.ac.id
  • ocw.upj.ac.id



Fungsi-Fungsi Akuntansi Biaya dan Peran Penting dalam Suatu Organisasi - Perusahaan Manufaktur

Pengenalan Akuntasi Biaya

Apa yang dimaksud dengan akuntanis biaya? Apa tujuan dari kegiatan akuntansi perusahaan? Apa peran dan fungsi-fungsi akuntansi biaya pada perusahaan manufaktur?


Tujuan utama akuntansi adalah menyediakan informasi finansial atau keuangan yang relevan dan handal yang terkait dengan entitas ekonomi. Informasi finansial ini digunakan untuk pengambilan keputusan dan hal-hal lainnya baik oleh pihak internal entitas, yaitu manajemen maupun oleh pihak eksternal yang memiliki kepentingan pada entitas ini, seperti investor, kreditor, dan direktorat jenderal pajak.

Semua jenis entitas atau perusahaan bisnis–pemanufakturan, perdagangan, dan jasa –membutuhkan akuntansi biaya untuk menyediakan informasi keuangan. Hanya saja, tingkat kompleksitas sistem akuntansi biaya yang digunakan berbeda-beda tergantung pada kompleksitas dan ukuran perusahaan.
Akuntansi biaya menyediakan informasi yang digunakan dalam pembuatan laporan keuangan. Pada laporan keuangan, utamanya bagian neraca perusahaan manufaktur, terdapat beberapa akun yang informasinya diperoleh dan didapat dari pengolahan data oleh akuntansi biaya.

Baca juga: Sistem Akuntansi Biaya Pesanan dan Biaya Proses Pada Akuntansi Manajemen


Sekilas info bagi sahabat Adne, perusahaan manufaktur memiliki sistem akuntansi biaya yang lebih kompleks dibandingkan jenis perusahaan jasa dan perusahaan perdagangan. Perusahaan pemanufakturan adalah perusahaan yang mengonversi (mengubah melalui proses produksi) bahan baku menjadi produk jadi (barang jadi) dengan menggunakan tenaga kerja dan berbagai sumber daya lainnya di departemen produksi atau sering disebut pabrik (factory). 

Peran Penting Akuntansi Biaya Dalam Perusahaan Manufaktur

Berkaitan dengan adanya pembagian perusahaan tersebut diatas, maka perusahaan manufaktur-lah yang paling banyak membutuhkan akuntan dalam proses berjalannya organisasi tersebut.

Tujuan akuntansi adalah menyediakan data dan informasi finansial yang berkaitan dengan aktivitas ekonomi suatu entitas. Agar tujuan ini dapat tercapai, terdapat beberapa prosedur yang harus dilaksanakan. Kumpulan prosedur ini pada hakikatnya merupakan sebuah sistem.  Berangkat dari perspektif ini maka pembahasan  akuntansi biaya ini pada hakikatnya berbicara mengenai sistem biaya yang diterapkan dalam perusahaan pemanufakturan.

Akuntansi biaya merupakan sistem yang bertujuan menyediakan informasi biaya terkait produksi produk (barang) dan jasa. 

Aktivitas dan peran yang terdapat dalam akuntansi biaya pada perusahaan melingkupi aktivitas:
  1. Mengidentifikasi
  2. Menentukan
  3. Mengukur mengukur kinerja, kualitas produk, dan produktivitas sehingga akuntansi biaya sebenarnya lebih luas dari hanya sekadar menghitung biaya produk untuk tujuan penilaian sediaan (inventory) yang akan dilaporkan dalam laporan keuangan.
  4. Melaporkan
  5. Dan menganalisis berbagai elemen biaya langsung (direct costs) dan tak langsung (indirect costs) terkait dengan pemroduksian dan pemasaran produk dan/atau jasa. 
Dimana aktivitas ini pada akhirnya berujung pada kesimpulan bahwa akuntansi biaya bertujuan menghasilkan data dan informasi biaya yang digunakan oleh manajemen untuk pengambilan keputusan. 

Fungsi-Fungsi Akuntansi Biaya Untuk Perusahaan

Setelah data-data dikumpulkan melalui aktivitas akuntan seperti yang dijelaskan diatas, maka diperoleh kesimpulan dan informasi yang sangat bermanfaat bagi keberlanjutan perusahaan. Nilai tertinggi dari akuntansi biaya terletak pada data akumulasian dan laporan-laporan. 

Salah satu fungsi terpenting akuntansi biaya adalah pengembangan informasi yang dapat digunakan oleh manajemen untuk merencanakan dan mengendalikan operasional.

Perencanaan adalah proses penetapan tujuan atau sasaran perusahaan dan menentukan alat yang dapat digunakan untuk mencapainya.

Berikut ini merupakan kebergunaan data biaya yang disediakan oleh akuntansi biaya:
  • Penentuan harga jual produk
  • Memenangkan kompetisi
  • Penawaran untuk kontrak
  • Penganalisisan profitabilitas

Baca juga: Pengertian Neraca Lajur dan Proses Penutupan Pembukuan Laporan Keuangan

Penentuan Harga Jual Produk

Prinsip-prinsip akuntansi biaya telah dikembangkan dan ini memungkinkan perusahaan pemanufakturan untuk memproses beragam biaya yang terkait dengan proses pemanufakturan produk dan memberikan fitur pengendalian melekat. Informasi yang dihasilkan oleh sistem akuntansi biaya pada dasarnya adalah untuk penentuan biaya produk (product costs) dan harga jual produk (selling prices). Selain itu, informasi ini dapat membantu manajemen merencanakan dan mengendalikan operasional. 

Memenangkan Kompetisi

Lingkungan persaingan saat ini sangatlah ketat. Salah satu strategi generik yang dapat diambil oleh perusahaan adalah memenangkan persaingan dengan menggunakan harga jual sebagai keunggulan kompetitif. 

Jika harga jual produk yang dijual perusahaan ternyata kalah bersaing dengan kompetitor, informasi detail terkait biaya produksi per unit dapat digunakan untuk menentukan apakah harga jual produk dapat diturunkan dengan tujuan mengalahkan kompetitor atau menurunkan biaya produksi (cut costs) dengan beroperasi dengan lebih efisien, bahkan jika keduanya tidak dapat dilakukan maka untuk menghindari rugi lebih besar (cut losses) dengan cara mengeliminasi produk. 

Penawaran Untuk Kontrak

Banyak perusahaan pemanufakturan yang harus mengirimkan proposal penawaran yang kompetitif dengan tujuan mendapatkan kontrak tertentu. Analisis biaya produksi per unit terkait dengan pemroduksian produk tertentu merupakan hal yang sangat penting dalam menentukan harga penawaran dalam kontrak. 

Penganalisisan Profitabilitas

Informasi biaya produksi per unit memungkinkan manajemen menentukan jumlah keuntungan (profit) yang harus didapatkan dari setiap jenis produk dan menunjukkan produk-produk mana saja yang harus dieliminasi karena tidak mencapai standar atau tingkat profitabilitas tertentu. Hal ini harus dilakukan agar manajemen dapat lebih mengonsentrasikan tenaganya untuk produk yang dapat menghasilkan profit memadai.

Akan tetapi, praktik yang umum juga di banyak perusahaan untuk mempertahankan jenis produk tertentu yang meskipun menghasilkan profit rendah bahkan merugi, dengan tujuan memelihara keragaman produk yang dihasilkan dalam rangka menarik pelanggan yang juga membeli jenis produk yang profitabel. 




3 Jenis Konflik Peran Dan Contoh Nyata Menurut James H Donelly


Halo, Kawan Adne, lama tidak berjumpa ya.... Kali ini, admin akan membahas mengenai konflik peran dan contoh-contohnya menurut pendapat para ahli. Eh, lebih tepatnya pendapat seorang ahli. Siapakah dia? Adalah James H Donelly yang membagi jenis-jenis konflik peran menjadi (3) tiga bagian yaitu konflik peran sendiri (person role conflict), konflik intra peran (intrarole conflict) dan konflik antar peran (interrole conflict). Tentunya materi pembahasan mengenai konflik peran ini akan Anda baca dan mudah dipahami jika sudah menguasai konsep status dan peran seseorang (person).

Anda masih ingat konsep status dan peran (role)? Flashback ke materi sebelumnya, peran adalah aspek dinamis dari status yang dimiliki individu dalam masyarakat. Nah, seorang individu bisa saja mengalami konflik peran dalam interaksi sosialnya.

Konflik peran merupakan sesuatu yang dialami individu dalam sebuah kelompok, terutama dalam unit kerja atau kelompok formal dalam suatu organisasi. Apa yang menjadi tugas atau kewajiban anggota yang bersumber dari penugasan dari organisasi dapat berpengaruh terhadap cara anggota itu memahami situasi dan bertindak dalam suatu situasi tertentu.

Kira-kira apa yang menjadi penyebab konflik peran terjadi? Kapan konflik peran itu bisa terjadi?

Konflik peran dapat terjadi ketika seseorang berada pada posisi yang membuatnya tidak konsisten antara peran yang dimiliki dan diharapkan dari dirinya dengan tindakan yang secara nyata harus dilakukannya. Dengan kata lain, karena keserbaragaman peran (multiple role) dan rangkaian peranan (role set) maka besar kemungkinan individu menghadapi situasi terjadinya dua atau lebih persyaratan peran yang satu menghalangi pelaksanaan persyaratan peran yang lain. Jika hal ini terjadi, individu akan mengalami konflik peran.

Role conflict: incompatibility between two or more roles that an individual is expected to perform in a given situation. The performance of one role interferes with or is antagonistic to the others (Theodorson, 1979: 354)

Nah, tiba saatnya kita membahas apa saja sih jenis-jenis atau macam-macam konflik peran dan contoh nyata di kehidupan sehari-hari, tentunya ini menurut pandangan James H Donelly seperti yang tercantum pada judul di atas.

Yups, James H Donelly (1984: 221) menjelaskan tentang beberapa bentuk konflik peran yang dapat terjadi dalam organisasi sebagai berikut:

KONFLIK PERAN SENDIRI ATAU PERSON ROLE CONFLICT


Konflik Peran Sendiri adalah konflik yang terjadi apabila persyaratan peran melanggar nilai dasar, sikap dan kebutuhan individu yang menduduki posisi itu.

Contoh Kasus Person Role Conflict


Seorang pemimpin perusahaan yang harus mengambil keputusan untuk memecat karyawannya, sementara pimpinan perusahaan mengetahui karyawan tadi memiliki keluarga yang menempatkan karyawan tersebut sebagai satu-satunya penyangga ekonomi rumah tangga.

Contoh lain person role conflict dapat Anda temukan misalnya seorang pejabat suatu instansi pemerintahan memilih mengundurkan diri dari jabatan karena terlibat skandal yang tidak semestinya dilakukan oleh seseorang yang menduduki jabatan itu.

KONFLIK INTRA PERAN ATAU INTRA ROLE CONFLICT


Konflik intra role merupakan konflik peran yang terjadi apabila beberapa orang yang berbeda-beda menentukan sebuah peran menurut rangkaian harapan yang berbeda-beda, sehingga tidak mungkin bagi orang yang menduduki peran itu untuk memenuhi semuanya. Hal ini sering terjadi apabila peran tertentu mempunyai serangkaian peran yang rumit, banyak hubungan peran yang berbeda-beda.

Contoh Nyata Konflik Intra Peran / Intra Role Conflict


Suatu perusahaan memproduksi barang tertentu dengan melibatkan banyak pekerja di bawah kontrol beberapa mandor. Hubungan antara mandor dengan para pekerja yang berada di bawah pengawasannya telah menunjukkan karakteristiknya sebagai suatu kelompok primer. Nah, pada saat yang sama, mandor adalah bagian dari sebuah organisasi produksi yang secara jelas menunjukkan karakteristiknya sebagai kelompok formal yang tunduk pada hierarki kekuasaan dan wewenang yang ada dalam perusahaan itu.

Hal yang dialami mandor tersebut kemudian bisa dikatakan intraroleh conflict ketika pimpinan perusahaan itu menekannya agar para pekerja bekerja lebih keras lagi untuk meningkatkan output produksinya, sementara insentif dari perusahaan yang diharapkan para pekerja sebagai imbalan dari prestasi kerjanya selama ini tidak diberikan. Posisi ‘terjepit’ peran inilah yang dinamakan intrarole conflict.

KONFLIK ANTAR PERAN ATAU INTERROLE CONFLICT


Konflik antar peran adalah konflik yang timbul karena orang menghadapi peran berganda. Hal ini karena seseorang dapat sekaligus memainkan banyak peran, beberapa di antara peran ini mempunyai harapan yang saling bertentangan. Interrole conflict ini seringkali menimbulkan konflik antara kelompok-kelompok dalam banyak organisasi.

Contoh Konflik Antar Peran


Kita bisa melihat suatu organisasi dalam bidang medis atau kesehatan, misalnya sebuah Rumah Sakit. Dalam rumah sakit itu, pimpinan administratifnya adalah seorang dokter yang juga menjadi dokter pelaksana medis di rumah sakit itu. Dokter yang menduduki jabatan administrator rumah sakit itu akan mengalami interrole conflict ini. Sebagai administrator, ia akan menekankan pentingnya efisiensi dan penghematan banyak hal, tetapi sebagai tenaga medis, tindakan efisiensi dan penghematan banyak hal, tetapi sebagai tenaga medis, tindakan efisiensi dan penghematan itu tentu tidak mudah dilakukan.


Konflik peran dalam organisasi memiliki bentuk yang sangat bervariasi, meskipun jika dikelompokkan hanya terdiri dari tiga macam konflik peran seperti yang telah Anda pelajari di atas. Anda dapat memperkaya pemahaman Anda dengan mempelajari materi lain pada website ini.



Contoh Soal Ujian UAS Semester 2 Ilmu Pemerintahan 2019 - Universitas Terbuka

Contoh Soal Ujian UAS Semester 2 Ilmu Pemerintahan 2019 - Universitas Terbuka

Setelah semalaman suntuk membahas hasil pertandingan Vanuatu VS Indonesia, akhirnya penulis menyempatkan diri untuk membuat postingan di website ini yang membahas mengenai contoh soal UAS semester 2 Universitas Terbuka Ilmu Pemerintahan setelah sebelumnya berhasil mencari contoh materi UAS semester 1 yang bisa di-klik disini >> Download Materi UAS Semester 1 Universitas Terbuka 2019 – Ilmu Pemerintahan.



Penulis menemukan contoh soal UAS semester 2 Universitas Terbuka ini untuk bisa didownload secara cuma-cuma atau free PDF download. Materi UAS percontohan ini diambil dari berbagai test dan tugas pada bagian-bagian modul. Untuk itu, apa saja isi dari contoh soal UAS Universitas Terbuka prodi Ilmu Pemerintahan semester 2 bisa dilihat dari daftar di bawah ini.

Untuk download jenis-jenis soal ujian semester 2 ini, Anda hanya tinggal klik judul dan ikuti alur kerja untuk menemukan link download materi contoh untuk ujian semester 2 Universitas Terbuka Ilmu Pemerintahan.



Contoh Soal Ujian UAS Semester 2 ISIP4211 Logika – Universitas Terbuka



Contoh Soal Ujian UAS Semester 2 ISIP4110 Pengantar Sosiologi – Universitas Terbuka





Contoh Soal Ujian UAS Semester 2 ISIP4212 Pengantar Ilmu Politik – Universitas Terbuka



Contoh Soal Ujian UAS Semester 2 ISIP4215 Pengantar Statistik Sosial – Universitas Terbuka





Contoh Soal Ujian UAS Semester 2 IPEM4111 Pengantar Ilmu Pemerintahan – Universitas Terbuka





Contoh Soal Ujian UAS Semester 2 IPEM4321 Hukum Tata Pemerintahan – Universitas Terbuka



Semoga contoh soal UAS ini bisa membantu dalam mengerjakan ujian semester 2 untuk prodi Ilmu Pemerintahan. Silahkan diunduh atau download materi ujian sesuai perintah link.




Jenis-Jenis Sistem Ekonomi: Pengertian, Ciri-Ciri, Kelebihan dan Kelemahan Sistem Ekonomi di Dunia

Ada berbagai macam jenis-jenis sistem ekonomi di dunia ini yang dijalankan oleh negara-negara. Jenis-jenis sistem ekonomi ini memiliki pengertian, sejarah singkat, dan sifat-sifat atau karakteristik sistem ekonomi tersendiri. Jadi seperti apa saja jenis-jenis sistem ekonomi dan karakteristiknya? Jujur saja bahwa penulis juga baru tahu bahwa terdapat beberapa macam sistem ekonomi yang berjalan di dunia ini. Seperti sistem ekonomi kapitalis atau sistem ekonomi liberalis yang ada digunakan sebagai sistem ekonomi Amerika. Ada pula sistem ekonomi komunis, yang seperti kita tahu selalu bersinggungan dengan sistem ekonomi sosialis.


Dari berbagai jenis dan karakteristik, tentu sistem ekonomi itu memiliki kelemahan dan kelebihan masing-masing. Kelebihan dan kelemahan sistem ekonomi merupakan hal yang wajar. Pun ini berlaku pula untuk sistem ekonomi Islam, sistem ekonomi liberal maupun sistem ekonomi komunis. Di Indonesia sendiri memiliki sistem ekonomi berbeda yang akan dibahas di lain kesempatan. Sistem ekonomi Pancasila dan kerakyatan adalah sistem ekonomi paling ideal untuk warga negara Indonesia. Akan tetapi, berikut akan dibahas materi tentang macam-macam atau jenis-jenis, ciri atau karakteristik, kelebihan dan kelemahan sistem ekonomi yang ada di dunia.

SISTEM EKONOMI KAPITALIS

Sistem ekonomi kapitalis adalah sistem ekonomi yang menghendaki adanya kebebasan tiap individu untuk melakukan segala kegiatan ekonomi tanpa ada campur tangan pemerintah.


Dalam sistem ini, setiap individu memiliki hak mutlak untuk mengelola aset yang ia miliki untuk mendapatkan manfaat/keuntungan sebesar-besarnya. Sistem ini juga memungkinkan setiap orang untuk memelih pekerjaan atau usaha sesuai dengan kehendaknya. Pemerintah tidak memiki hak untuk melakukan intervensi, sehingga setiap individu bebas berkreativitas dan berinovasi.

Ciri-ciri Sistem Ekonomi Kapitalis

  • Masyarakat bebas menentukan barang apa yang akan diproduksi, bagaimana cara memproduksi, bagaimana menjualnya dan berapa harga jualnya.
  • Setiap individu memiliki kebebasan mencari pekerjaan
  • Adanya kebebasan bagi masyarakat dalam menggunakan sumber daya ekonomi
  • Semua kegiatan produksi dilakukan dengan tujuan mendapatkan laba, sehingga mendorong kegiatan ekonomi dengan prinsip laba


Kelebihan Sistem Ekonomi Kapitalis

  • Setiap orang memiliki kebebasan memiliki aset dan sumber daya produksi
  • Mendorong inisiatif dan inovasi masyarakat dalam bidang ekonomi
  • Munculnya persaingan yang membuat setiap produsen terpacu untuk menghasilkan produk
  • Dianggap efisien dan efektif karena semua tindakan didasari atas asas keuntungan


Kelemahan Sistem Ekonomi Kapitalis

  • Banyak penggunaan tenaga kerja di bawah umur dengan upah yang rendah, karena tujuannya untuk mencari keuntungan yang tinggi dengan menekan biaya produksi serendah-rendahnya.
  • Banyak dilakukan perdagangan yang curang, karena tujuannya mencari laba yang tinggi dan menghadapi para pesaing bisnis agar dapat terus menguasai monopoli pasar
  • Semakin lebar jurang antara si kaya dan si miskin


SISTEM EKONOMI SOSIALIS

Sistem ekonomi sosialis adalah sebuah sistem ekonomi yang menjadikan negara sebagai pusat komando perekonomian. Dalam artian semua kegiatan ekonomi masyarakat berupa produksi, dustribusi dan kosumsi diatur secara sistematis oleh negara. Semua sumberdaya ekonomi baik sumber daya alam maupun sumber daya manusia statusnya adalah milik pemerintah yang nantinya akan digunakan untuk melaksanakan segala agenda ekonomi yang dibuat oleh pemerintah.


Dalam sistem ini, peran swasta dalam perekonomian sangat sedikit. Hal ini dikarenakan pihak produsen seperti pabrik, perusahaan ataupun industri hanya berperan sebagai pelaksana kebijakan ekonomi yang digelontorkan oleh pemerintah.

Sistem ini lahir sebagai reaksi balik terhadap dampak-dampak negatif yang ditimbulkan oleh sistim ekonomi kapitalis. Sistem ekonomi macam ini banyak diterapkan oleh negara-negara komunis seperti Kuba, Cina dan lain-lain.

Ciri-Ciri Sistem Ekonomi Sosialis

  • Alat dan sumber produksi merupakan milik negara. Sedangkan hak milik perseorangan tidak dianggap.
  • Kebijakan perekonomian sepenuhnya direncanakan dan diatur oleh pemerintah (central planning). Pemerintah berperan sebagai pemegang kebijakan perencanaan sekaligus bertanggung jawab dalam pelaksanaan dan pengawasannya.
  • Pemerintah mengatus jenis pekerjaan apa yang harus dilakukan oleh setiap individu. Rakyat tidak bisa memilih dan menentukan jenis pekerjaan yang dikehendaki, karena telah ditentukan oleh pemerintah.
  • Pihak swasta tidak ada yang dapat melakukan kegiatan ekonomi secara bebas dan mandiri. Hal ini disebabkan pemerintah menganggap semua warga negara sebagai pekerja.


Kelebihan Sistem Ekonomi Sosialis

  • Tanggung jawab kemajuan ekonomi berada di tangan pemerintah.
  • Pemerintah dapat menentukan jenis-jenis industri atau produksi.
  • Memudahkan pemerintah dalam mengatur, mengawasi, dan mengendalikan perekonomian.
  • Kelemahan Sistem Ekonomi Sosialis
  • Menghambat daya kembang dan kreativitas individu
  • Maasyarakat tidak dapat secara bebas menguasai memiki alat dan sumberdaya ekonomi
  • Mewariskan sifat diktator pada pemerintah


SISTEM EKONOMI CAMPURAN

Sistem ekonomi campuran merupakan salah satu dari tiga sistem ekonomi yang paling dikenal oleh masyarakat dunia. Sistem ekonomi ini berusaha mengambil dan memadukan kebaikan dari sistem ekonomi sosialis dan kapitalis yang dianggap terlalu ekstrim. Dalam sistem ini kedua belah pihak; pemerintah maupun swasta sama-sama berperan dalam kegiatan ekonomi. Jauh berbeda dengan sosialis yang menjadikan pemerintah sebagai penguasa otoriter yang memiliki hak penuh terhadap kebijakan dan kegiatan ekonomi. Ataupun seperti sistem liberal yang memberikan kebebasan penuh terhadap swasta dan pemilik modal sehingga dianggap rawan terjadi monopoli ekonomi oleh segelintir orang.

Karakteristik Sistem Ekonomi Campuran

Sekali lagi kita pertegas bahwa sistem ekonomi yang satu ini merupakan campuran dari sistem ekonomi sosialis dan kapitalis. Sehingga tidak heran di dalam sistem ekonomi campuran terdapat unsur-unsur sosialis dan kapitalis. Namun keduanya ini kemudian dilebur sehingga menghasilkan ciri khas dan karakteristik tersendiri.

Berikut ini beberapa ciri ekonomi campuran, antara lain:
  • Pemerintah berperan aktif dalam kegiatan ekonomi
  • Pemerintah membuat rencana kegiatan perekonomian dan berlaku terhadap semua pihak termasuk swasta
  • Sumber daya vital yang menyangkut hajat orang banyak/rakyat dikuasai oleh pemerintah
  • Hak swasta diakui
  • Timbulnya persaingan ekonomi antara individu/ kelompok dengan pengawasan oleh pemerintah
  • Pemerintah turut campur tangan dalam kegiatan ekonomi di pasar
  • Pemerintah dan swasta memiki peran yang sama dalam pelasanaan ekonomi


Kelebihan Sistem Ekonomi Campuran

Sistem ekonomi campuran memiliki beberapa kelebihan dibanding sistem ekonomi sosial dan liberal, diantaranya:
  • Hak miliki pribadi diakui
  • Stabilnya harga di pasaran disebabkan campur tangan pemerintah
  • Sektor ekonomi yang dikelola pemerintah digunakan untuk hajat rakyat
  • Kebebasan membuka usaha
  • Pemerintah lebih memperhatikan kegiatan perekonomian
  • Kestabilan ekonomi dijamin oleh pemerintah


Kelemahan Sistem Ekonomi Campuran

Sistem ini merupakan jalan tengah yang diharapkan dapat mengatasi kekurangan dan kelemahan sistim kapital dan sosial. Maka secara logika, jika sistem ini diterapkan secara benar, kelemahan yang ada pada sistem sebelumnya dapat dihilangkan. Namun untuk beberapa pihak, sistem ini dianggap memiliki beberapa kelemahan seperti:
  • Beban pemerintah akan jauh lebih berat dari swasta
  • Pihak swasta kurang dapat memaksimalkan keuntungan dikarenakan campur tangan pemerintah dalam menentukan harga


SELUK BELUK SISTEM EKONOMI NEOLIBERALIS


Neoliberalisme adalah paham ekonomi yang mengutamakan sistem Kapitalis Perdagangan Bebas, Ekspansi Pasar, Privatisasi/Penjualan BUMN, Deregulasi/ penghilangan campur tangan pemerintah, dan pengurangan peran negara dalam layanan sosial (Public Service) seperti pendidikan, kesehatan, dan sebagainya.

Neoliberalisme dikembangkan tahun 1980 oleh IMF, Bank Dunia, dan Pemerintah AS (Washington Consensus). Bertujuan untuk menjadikan negara berkembang sebagai sapi perahan AS dan sekutunya/MNC.

Sesuai dengan namannya, neoliberalisme adalah bentuk baru dari paham ekonomi pasar liberal. Sebagai salah satu varian dari kapitalisme yang terdiri dari merkantilisme, liberalisme, keynesianisme, neoliberalisme dan neokeynesianisme. Neoliberalisme adalah sebuah upaya untuk mengoreksi kelemahan yang terdapat dalam liberalisme.

Sistem ekonomi neoliberalisme menghilangkan peran negara sama sekali kecuali sebagai “regulator” atau pemberi “stimulus” (uang negara) untuk menolong perusahaan swasta yang bangkrut. Contohnya, pemerintah AS harus mengeluarkan “stimulus” sebesar US$ 800 milyar (Rp 9.600 trilyun) sementara Indonesia pada krisis moneter 1998 mengeluarkan dana KLBI sebesar Rp 144 trilyun dan BLBI senilai Rp 600 trilyun, melebihi APBN saat itu.

Sistem ini berlawanan 100% dengan Sistem Komunis dimana negara justru menguasai nyaris 100% usaha yang ada.

Ciri-Ciri Sistem Ekonomi Neoliberalis

Ada beberapa ciri-ciri atau karakteristik dari sistem ekonomi neoliberalis. Ciri-ciri sistem ekonomi liberalis adalah:
  • Memfokuskan pada metode pasar bebas
  • Pembatasan yang sedikit terhadap perilaku bisnis dan hak-hak milik pribadi.
  • Dalam kebijakan luar negeri, neoliberalisme erat kaitannya dengan pembukaan pasar luar negeri melalui cara-cara politis, menggunakan tekanan ekonomi, diplomasi, dan/atau intervensi militer.
  • Pembukaan pasar merujuk pada perdagangan bebas.
  • Pengurangan Subsidi
  • Mengutamakan Privatisasi/Penjualan BUMN
  • Deregulasi/Penghilangan campur tangan pemerintah
  • Pengurangan peran negara dalam layanan sosial (Public Service) seperti pendidikan, kesehatan, dan sebagainya.


Dampak Positif Sistem Ekonomi Neoliberalis

Salah satu agenda Neoliberalisme adalah pelaksanaan privatisasi, yaitu pemindahan kepemilikan perusahaan sektor publik ke sektor swasta. Privatisasi ini memiliki banyak manfaat bagi perusahaan diantaranya perusahaan akan banyak memperoleh tambahan modal untuk pengembangan usaha dan perusahaan akan banyak diawasi sehingga kinerjanya akan lebih bagus. Selain itu, privatisasi juga akan menimbulkan banyak hal positif yaitu dapat menciptakan banyak nilai tambah sehingga perekonomian daerah dapat tumbuh.

Privatisasi BUMN juga bisa dimaksudkan untuk membantu anggaran pemerintah dari tekanan defisit.

Dampak Negatif Sistem Ekonomi Neoliberalis

Neoliberalisme secara umum berkaitan dengan tekanan politik multilateral, melalui berbagai kartel pengelolaan perdagangan seperti WTO dan Bank Dunia. Ini mengakibatkan berkurangnya wewenang pemerintahan sampai titik minimum.

Neoliberalisme melalui ekonomi pasar bebas, berhasil menekan intervensi pemerintah dan melangkah sukses dalam pertumbuhan ekonomi pada kekuatan. Neoliberalisme bertolak belakang dengan sosialisme, proteksionisme, dan environmentalisme. Secara domestik, ini tidak langsung berlawanan secara prinsip dengan proteksionisme, tetapi terkadang sebagai alat tawar untuk membujuk negara lain untuk membuka pasarnya.

Neoliberalisme sering menjadi rintangan bagi perdagangan adil dan gerakan lainnya yang mendukung hak-hak buruh dan keadilan sosial yang seharusnya menjadi prioritas terbesar dari sebuah negara.


Neoliberalisme memiskinkan yang miskin, karena sistem ekonomi neoliberalisme lebih mengutamakan kepentingan pemodal atau kapitalis atau juga investor sehingga menempatkannya di posisi sentral substansial. Sementara posisi rakyat diletakkan pada posisi marginal residual atau pinggiran.

Jelas, sistem ekonomi neoliberalisme akan menggusur rakyat miskin, pembangunan rakyat tidak inherent dengan pembangunan ekonomi. Rakyat atau kalangan kelas bawah selalu menjadi budak di negerinya sendiri. Rakyat akan berada dicengkraman kapitalisme neoliberalisme yang merupakan penghisapan dan penindasan struktural.




[ISBD] Modernisasi: Apakah Masyarakat Indonesia Sudah Dapat Dikatakan Sebagai Masyarakat Modern?

[ISBD] Modernisasi: Apakah Masyarakat Indonesia Sudah Dapat Dikatakan Sebagai Masyarakat Modern?

UNSUR-UNSUR MODERNISASI PADA MASYARAKAT


berikut adalah unsur-unsur modernisasi pada masyarakat secara umum:
  • Adanya perubahan yang bergerak maju secara linier
  • Adanya pengaruh perkembangan ilmu pengetahuan
  • Didukung dengan adanya perkembangan teknologi di berbagai kehidupan manusia
  • Mempengaruhi pola pikir dan perilaku manusia yang berusaha mengejar kehidupan yang lebih maju dan modern.
Mengacu pada unsur-unsur modernisasi tersebut, menurut Anda apakah masyarakat Indonesia sudah dapat dikatakan sebagai masyarakat modern?

penjaja minuman dan kegiatan anak muda sebagai latar belakang | dokumentasi pribadi

APAKAH MASYARAKAT INDONESIA ADALAH MASYARAKAT YANG MODERN?


Modernisasi mengandung unsur: 1) perubahan yang bergerak maju secara linier, 2) adanya pengaruh perkembangan ilmu pengetahuan, 3) didukung dengan adanya perkembangan teknologi di berbagai kehidupan manusia, serta 4) mempengaruhi pola pikir dan perilaku manusia yang berusaha mengejar kehidupan yang lebih maju dan modern.

Mengacu pada unsur-unsur modernisasi tersebut, menurut Anda apakah masyarakat Indonesia sudah dapat dikatakan sebagai masyarakat modern?


PENDAPAT I
MASYARAKAT INDONESIA ADALAH MASYARAKAT MODERN


Menurut saya, masyarakat Indonesia sudah dapat dikatakan sebagai masyarakat modern. Alasannya sebagai berikut :

Masyarakat mengalami perubahan yang bergerak maju secara linier
Dari masyarakat yang terjajah, masyarakat Indonesia sempat dijajah Portugis, Spanyol, Inggris, Belanda, dan Jepang, kini berubah menjadi masyarakat yang merdeka, puncaknya pada 17 Agustus 1945. Dari masyarakat yang primordialis, mementingkan golongan-golongan tertentu saja, menjadi masyarakat yang bersatu, contohnya lahirnya konsensus Sumpah Pemuda. Dari masyarakat yang hanya bisa didikte Pemerintah kini punya kebebasan untuk berpendapat dan berekspresi semenjak Era Reformasi.

Masyarakat Indonesia sebagian besar menerima perkembangan ilmu pengetahuan
Sebagian besar masyarakat Indonesia membuka tangan pada perkembangan ilmu pengetahuan yang berkembang, walau ada sebagian yang masih bersikap menolak karena ilmu pengetahuan tersebut bertentangan dengan agama dan kepercayaan maupun norma dan budaya yang berlaku.

Masyarakat Indonesia melek teknologi
Hampir sebagian besar masyarakat Indonesia sudah melek teknologi, ini dikarenakan berkat munculnya teknologi media sosial dan ponsel pintar yang harganya semakin murah untuk dimiliki. Kini masyarakat Indonesia sedang bergerak dari tahu teknologi ke paham teknologi.

Masyarakat Indonesia merasa menjadi warga dunia
Kini masyarakat Indonesia tidak hanya mendiskusikan hal-hal yang bersifat lokal maupun yang hanya ada dan berkembang di lingkungan sekitarnya saja, tapi mereka juga mendiskusikan apa yang ada dan terjadi di luar lingkungannya—bahkan sampai di luar negri, lalu membandingkannya. Maka dari itu, berkat dengan perkembangan teknologi, banyak kasus di mana, sebuah desa kecil di Indonesia memiliki inovasi dan infrastruktur yang tak kalah dengan sebuah desa kecil di negara-negara maju.

MODERNISASI PADA MASYARAKAT INDONESIA

Modernisasi mengandung unsur: 1) perubahan yang bergerak maju secara linier, 2) adanya pengaruh perkembangan ilmu pengetahuan, 3) didukung dengan adanya perkembangan teknologi di berbagai kehidupan manusia, serta 4) mempengaruhi pola pikir dan perilaku manusia yang berusaha mengejar kehidupan yang lebih maju dan modern.

Mengacu pada unsur-unsur modernisasi tersebut, menurut Anda apakah masyarakat Indonesia sudah dapat dikatakan sebagai masyarakat modern?

PENDAPAT II
HANYA SEBAGIAN MASYARAKAT INDONESIA YANG DIKATEGORIKAN MASYARAKAT MODERN

Menurut saya hanya sebagian saja, karena ada di beberapa daerah belum bisa dikatakan kalau masyarakatnya modern hal itu disebabkan oleh ada beberapa poin yang diajukan diatas belum terpenuhi seperti poin ke 4 belum terpenuhi. Kenapa demikian, karena masyarakatnya mempunyai pola pikir yang tidak mengejar kehidupan lebih maju seperti yang terjadi pada suku kubu. Suku kubu hanya mau tinggal di hutan dan tidak mau tinggal ditempat keramaian, hal itu disebabkan mereka bergantung hidup pada berburu di hutan.

Di kota-kota besar mungkin sudah bisa kita katakan sebagai masyarakat modern. Tapi di daerah-daerah terpencil dan yang masih terbelakang, belum sampai rasanya proses modernisasi masyarakat. 

Di pemungkinan terpencil mereka masih ada yang belum memiliki penerangan dari PLN, mereka masih menganggap pendidikan itu tidak penting. Sehingga masih banyak anak-anak di bawah umur yang sudah berkerja membantu Bapak/ Ibunya berkerja di sawah tau di ladang.

Kalau perempuan mereka lebih sering nikah muda. Mereka tidak mengerti akibat dari nikah muda dan mempunya anak di bawah usia tertentu. Jikala mereka sempat keluara dari tempat mereka tinggal mereka akan banyak mengalami kesulitan dalam kehidupan sehari-hari. Contohnya seorang siswa yang tinggal di lingkungan yang tidak memiliki fasilitas internet dan belum pernah kenal dengan istilah internet, maka seketika dia di suruh untuk mencari tugas lewat internet maka mereka akan bertanya “Apa kah itu internet, dimana kita bisa menemukannya”?

Atau seseorang yang tidak pernah berobat kerumah sakit dan seketika dia sakit dia di bawa sama orang untuk berobat maka dia akan selalu protes dengan apa yang di lakukan oleh tenaga kesehatan tu. Jadi menurut saya masyarakat Indonesia sudah bisa di katakan sebagai masyarakat modern. Terkecuali bagi masyarakat-masyarakat yang masih tinggal di pedalaman.

MODERNISASI PADA MASYARAKAT INDONESIA


Modernisasi mengandung unsur: 1) perubahan yang bergerak maju secara linier, 2) adanya pengaruh perkembangan ilmu pengetahuan, 3) didukung dengan adanya perkembangan teknologi di berbagai kehidupan manusia, serta 4) mempengaruhi pola pikir dan perilaku manusia yang berusaha mengejar kehidupan yang lebih maju dan modern.

Mengacu pada unsur-unsur modernisasi tersebut, menurut Anda apakah masyarakat Indonesia sudah dapat dikatakan sebagai masyarakat modern?


PENDAPAT III
MASYARAKAT INDONESIA DAPAT DIKATAKAN SEBAGAI MASYARAKAT MODERN


Modernisasi adalah proses perubahan tradisi, sikap, dan sistem nilai dalam rangka menyesuaikan diri dengan kemajuan yang telah dicapai oleh bangsa lain.

Menurut pendapat saya, secara umum masyarakat Indonesia dapat dikatakan masyarakat modern dikarenakan sudah memiliki unsur-unsur perubahan yang bergerak maju secara linier, adanya pengaruh perkembangan ilmu pengetahuan, didukung adanya perkembangan teknologi diberbagai kehidupan manusia serta mempengaruhi pola pikir dan perilaku manusia yang berusaha mengejar kehidupan yang lebih maju dan modern.

Namun minoritas masyarakat yang belum didukung oleh pemerintah maupun masyarakat itu sendiri belum mengalami modernisasi, misal didaerah kalimantan timur yang saya tempati saat ini dalam bekerja, saat ini saya berada pada lokasi yang mendapatkan sinyal komunikasi internet yang kurang baik dikarenakan beum ada dukungan tower penyedia layanan telekomunikasi, namun dalam jarak satu kilometer sinyal komunikasi internet sudah didukung dengan baik secara coverage area dan sudah didukung dengan layanan wifi yang disambung dengan kabel optik.

Di tempat saya tinggal saat ini pun jalan umum belum di aspal, dan masih dengan kondisi pengerasan tanah. Jadi tingkat modernisasi secara kondisi lingkungan tidak terpenuhi secara minoritas dikarenakan faktor lokasi atau daerah tertinggal. Jika kondisi daerah mendukung modernisasi secara lingkungan maka akan mendukung faktor modernisasi masyarakat.


HUBUNGAN MANUSIA DENGAN LINGKUNGAN DAN STUDI DEMOGRAFI PENDUDUK

HUBUNGAN MANUSIA DENGAN LINGKUNGAN DAN STUDI DEMOGRAFI PENDUDUK

DEFINISI LINGKUNGAN

Pengertian dari lingkungan adalah suatu ruang atau tempat di mana makhluk hidup tinggal, hidup, mempertahankan kehidupan, dan memiliki karakter serta fungsi yang khas yang mana memiliki hubungan timbal balik dengan keberadaan makhluk-makhluk hidup yang berada di dalamnya, utamanya manusia yang memiliki peran lebih kompleks dalam ekosistem lingkungan.

Makhluk hidup yang menempati lingkungan terdiri atas manusia, tumbuhan dan hewan. Lingkungan manusia terdiri atas lingkungan alam dan lingkungan sosial budaya.

gambar ilustrasi manusia dengan lingkungannya | credit: www.freepik.com


Lingkungan alam dapat didefinisikan sebagai semua hal yang berhubungan dengan alam, hasil karya alam semesta, dan segala keadaan alamiah di sekitar manusia.

Sedangkan lingkungan sosial budaya adalah segala hal yang memiliki hubungan dengan pola-pola kegiatan sosial serta kaidah-kaidah pendukungnya yang berlaku dalam suatu ruang spasial dimana ruang lingkupnya ditentukan oleh pola-pola hubungan sosial tersebut termasuk perilaku manusia di dalamnya, dan oleh tingkatan rasa bersatu, saling memiliki antar manusia yang berada di dalam lingkungan tersebut.

Sehingga dapat disimpulkan bahwa lingkungan sosial budaya terdiri atas pola-pola interaksi manusia yang meliputi pola budaya, hasil pikir/teknologi, organisasi sosial, penduduk dan perilaku sejumlah penduduk yang terdapat dalam lingkungan spasial tertentu.

Manusia sebagai subjek lingkungan berarti manusia memiliki kemampuan untuk mengendalikan lingkungan, memanipulasi dan mengeksploitasi lingkungan, dikarenakan:
  • Manusia mampu berpikir serta meramalkan keadaan yang akan datang
  • Manusia memiliki ilmu dan pengetahuan
  • Manusia memiliki akal dan budi sehingga dapat memilih hal-hal yang baik.


PERAN MANUSIA SEBAGAI SUBYEK LINGKUNGAN

Dalam perannya sebagai subjek lingkungan, manusia diharapkan mampu melakukan pengelolaan lingkungan. Pengelolaan lingkungan dilakukan untuk menjaga agar perubahan yang terjadi pada lingkungan akibat upaya pemanfaatan yang dilakukan manusia terhadap lingkungan tidak akan mengganggu keseimbangan lingkungan itu sendiri.

Untuk itu, manusia sebagai makhluk individu yang juga makhluk sosial dan makhluk budaya harus mengembangkan apa yang disebut dengan etika lingkungan, yang pada hakikatnya membicarakan mengenai norma dan kaidah moral yang mengatur perilaku manusia dalam berhubungan dengan alam dan kehidupan sosial budayanya, serta nilai dan prinsip moral yang menjiwai perilaku manusia dalam berhubungan dengan alam dan kehidupan sosial budayanya tersebut.

Seperti halnya manusia dan lingkungan yang memiliki hubungan timbal balik, hubungan yang terbentuk antara lingkungan alam dan lingkungan sosial budaya juga terjadi dalam pola yang serupa.

MORTALITAS, MORBIDITAS, FERTILITAS DAN MIGRASI SEBAGAI BAGIAN DARI DEMOGRAFI


Demografi adalah suatu studi yang mempelajari tentang besaran, sebaran dan struktur penduduk yang dipengaruhi oleh peristiwa kematian, kelahiran dan migrasi serta perubahan dan implikasi yang ditimbulkannya.

Kajian demografi mencakup demografi formal dan demografi sosial.

Demografi formal adalah studi statistik yang melakukan perhitungan matematika statistik untuk melihat gambaran atas besaran tingkat kematian, kelahiran dan migrasi.

Sedangkan demografi sosial adalah studi demografi yang melakukan kajian terhadap kelahiran, kematian dan migrasi dikaitkan dengan variabel-variabel lain, misalnya variabel sosial, variabel budaya, variabel ekonomi, variabel politik dan sebagainya, untuk melihat sebab dan akibat dari perubahan yang ditimbulkannya. 

MORTALITAS


Mortalitas atau kematian adalah salah satu dari tiga variabel demografi yang ada. Mortalitas atau kematian dalam demografi adalah peristiwa menghilangnya semua tanda-tanda kehidupan secara permanen, yang dapat terjadi setiap saat setelah kelahiran hidup.

Kelahiran hidup adalah peristiwa keluarnya hasil konsepsi dari rahim seorang ibu secara lengkap, dengan disertai tanda-tanda hidup (seperti denyut jantung, denyut tali pusar atau gerakan-gerakan otot) tanpa memandang apakah tali pusat sudah dipotong atau belum.

Terdapat beberapa konsep yang terkait dengan kematian, yakni morbiditas (atau penyakit) dan kematian janin. Kematian janin terdiri atas kematian janin di dalam kandungan (intra uterin) dan kematian janin di luar rahim (extra uterin).

MORBIDITAS


Morbiditas diartikan sebagai penyakit atau kesakitan yaitu penyimpangan dari keadaan yang normal, yang biasanya dibatasi pada kesehatan fisik dan mental. Penyakit atau kesakitan dapat menimpa manusia lebih dari satu kali dan selanjutnya rangkaian morbiditas ini sering disebut morbiditas kumulatif. Morbiditas kumulatif inilah yang pada akhirnya akan menyebabkan kematian. 

FERTILITAS


Fertilitas atau kelahiran adalah terlepasnya bayi dari rahim seorang perempuan dengan adanya tanda-tanda kehidupan, misalnya denyut jantung, bernapas, berteriak dan sebagainya. Dr. Davis dan Dr. Blake menyatakan bahwa terdapat faktor sosial dan budaya yang mempengaruhi fertilitas melalui variabel antara. Variabel antara yang dimaksud adalah hubungan kelamin, konsepsi, dan kehamilan serta kelahiran.

MIGRASI


Migrasi adalah perpindahan penduduk dari suatu wilayah ke wilayah lain dalam periode waktu tertentu.

Need and stress adalah salah satu teori migrasi yang sering dibahas. Need and Stress Theory adalah teori tentang migrasi yang memberikan pemahaman tentang faktor-faktor kebutuhan dan tekanan yang dialami seseorang atau sekelompok orang untuk bermigrasi. Everett S. Lee mengatakan bahwa migrasi seseorang dipengaruhi oleh kondisi di daerah tujuan yang lebih baik dibandingkan dengan daerah asalnya. Sedangkan Hugo melihat bahwa seseorang akan melakukan migrasi karena stress dengan keadaan sosial, budaya, ekonomi dan fisik lingkungan.



Selanjutnya perubahan angka dan tingkat mortalitas, fertilitas dan migrasi akan berpengaruh pada pertambahan dan pertumbuhan penduduk. Pertumbuhan penduduk tahunan terdiri atas pertumbuhan penduduk alami dan pertumbuhan penduduk total. Pertumbuhan penduduk alami adalah selisih dari mortalitas dan fertilitas, sedangkan pertumbuhan penduduk total adalah jumlah dari selisih mortalitas dan fertilitas dengan selisih antara migrasi masuk dan migrasi ke luar. Sedangkan tingkat pertumbuhan penduduk adalah angka yang menunjukkan tingkat pertambahan penduduk per tahun dalam jangka waktu tertentu.

ANALISIS DAMPAK LINGKUNGAN PADA STUDI DEMOGRAFI PENDUDUK


Analisis mengenai dampak lingkungan atau yang biasa disingkat dengan AMDAL, adalah proses studi formal yang digunakan untuk memprediksi dampak lingkungan dari kegiatan pembangunan. Selain Analisis Dampak Lingkungan, ada juga Analisis Risiko Lingkungan. Analisis risiko lingkungan merupakan suatu proses evaluasi terhadap suatu kegiatan atau proyek pembangunan yang dilakukan atas dasar hasil AMDAL yang telah dilakukan pada saat perencanaan suatu proyek pembangunan. Baik analisis dampak lingkungan maupun analisis risiko lingkungan perlu dan harus dilakukan oleh para pemrakarsa suatu proyek pembangunan dan industri.


BERBAGAI DEFINISI DAN ARTI HUKUM TATA NEGARA (HTN) MENURUT PARA AHLI LENGKAP

BERBAGAI DEFINISI DAN ARTI HUKUM TATA NEGARA (HTN) MENURUT PARA AHLI LENGKAP

ISTILAH HUKUM TATA NEGARA SECARA UMUM

Istilah Hukum Tata Negara merupakan adaptasi terjemahan dan istilah yang digunakan untuk nama lapangan ilmu hukum yang lama berkembang dan mempengaruhi pola pemikiran akademik di negara kita. Studi literatur menunjukkan bahwa istilah Hukum Tata Negara merupakan terjemahan dari istilah "staatsreecht" yang sudah lama digunakan dalam tradisi akademik maupun praktik hukum di Belanda. Istilah tersebut mengacu kepada dua pengertian dalam arti luas dan dalam arti sempit "staatsreecht in ruimee zin" (Hukum Tata Negara dalam arti luas), "staatsreecht in engere zin" (Hukum Tata Negara dalam arti sempit)

Konotasi tersebut sering digunakan oleh beberapa pihak untuk membedakan Hukum Tata Negara dan Hukum Tata Usaha Negara (HTUN) atau disebut Hukum Administrasi Negara (HAN).

Photo by Sebastian Pichler on Unsplash


Di Inggris lebih dikenal dengan istilah "Constitusional Law", pengaruhnya di negara kita ada yang menterjemahkannya dengan istilah "Konstitusi", yang sering digunakan untuk kajian yang sama dengan Hukum Tata Negara. Walaupun sekarang tidak begitu banyak digunakan dalam kurikulum studi Ilmu Hukum Tata Negara.

Penggunaan istilah diatas selain dipengaruhi oleh kebiasaan dalam dunia akademik dan praktik di lapangan, dipengaruhi pula oleh kondisi hukum positif di negara masing-masing. Lebih dari itu dipengaruhi oleh dasar-dasar serta nilai dan aspek filosofis dalam negara tersebut. Hal ini ada kaitannya pula dengan beragamnya rumusan definisi pengertian yang dirumuskan oleh para pakar yang terkait oleh kondisi masing-masing.

ISTILAH HUKUM TATA NEGARA DI INDONESIA

Sementara keadaan Indonesia, istilah Hukum Tata Negara dan Hukum Tata Usaha Negara masih bertahan dan didukung dengan kondisi lingkungan yang ada, serta perkembangannya dalam dunia akademik maupun praktik lapangan yang masih tetap membedakan kedua lingkup kajian hukum ini.

Setelah kita pahami tentang istilah Hukum Tata Negara serta penggunaannya, berikut kita pahami dan pelajari beberapa definisi yang telah dirumuskan oleh sejumlah ahli Hukum Tata Negara yang diakui dan digunakan dalam ilmu hukum. Untuk itu silakan Anda pelajari secara seksama dan Anda diharapkan dapat memiliki rumusan sendiri tentang Hukum Tata Negara ini.

DEFINISI HUKUM TATA NEGARA MENURUT PARA AHLI

Terdapat sejumlah definisi yang dirumuskan oleh para pakar untuk mendeskripsikan tentang Hukum Tata Negara. Namun pada umumnya mengacu kepada formula yang mengartikan secara tegas sebagai hukum yang mengatur tentang negara

Perhatikan beberapa definisi berikut:

Hukum Tata Negara Menurut Pendapat Logemann

Hukum Tata Negara adalah yang mengatur "organisasi negara" seperti dikemukakan oleh Logemann dalam bukunya "Over de theorie van een stelling staatsreecht" (1954:81).

Negara dipandang sebagai suatu organisasi yang terdiri atas berbagai fungsi yang saling berkaitan mendukung dan membentuk negara tersebut secara keseluruhan. Organisasi negara dipandang sebagai organisasi jabatan-jabatan. Di mana dibedakan antara jabatan dan fungsi. Fungsi dalam arti sosiologisnya, sedangkan jabatan merupakan arti yuridis.

Dikemukakannya bahwa:
Hukum Tata Negara adalah kumpulan kaidah hukum mengenai pribadi hukum dari jabatan atau kumpulan jabatan di dalam negara dan mengenai lingkungan berlakunya hukum dari suatu negara.

Logemann lebih melihat Hukum Tata Negara yang mengatur bentuk dan lembaga organisasi negara.

Hukum Tata Negara Menurut Pendapat Usep Ranuwijaya

Mengomentari definisi Hukum Tata Negara versi Logemann tersebut, Usep Ranuwijaya dalam bukunya "Hukum Tata Negara Indonesia Dasar-dasarnya" (1983:13) menjelaskan bahwa yang dimaksud dengan pribadi hukum jabatan yang meliputi serangkaian mengenai persoalan mengenai subyek kewajiban, subyek nilai (waardensubject), personifikasi, perwakilan, timbul dan lenyapnya kepribadian pembatasan wewenang.

Hukum Tata Negara Menurut Pendapat Scholten

Hampir sama dengan Logemann, Scholten (1935), dalam bukunya "Algemenelehree" mengemukakan bahwa "Hukum Tata Negara adalah hukum yang mengatur organisasi negara".

Memandang negara sebagai suatu organisasi, dalam organisasi tersebut diatur hubungan antar lembaga dan memuat aturan hukum tentang hak dan kewajiban dari masing-masing lembaga atau badan tersebut. Dalam definisi di atas belum terlihat bagaimana pengaturan tentang hak dan kewajiban warga negaranya.

Hukum Tata Negara Menurut Pendapat Van der Pot

Van der Pot mendefinisikan Hukum Tata Negara sebagai peraturan yang menentukan badan-badan yang diperlukan serta wewenang masing-masing dan hubungan diantara individu-individu pada negara tersebut.

Hukum Tata Negara Menurut Pendapat Apeldoorn

Apeldoorn (1954) dalam bukunya "Inleiding tot de studie van het Nederlandensreechf" membedakan Hukum Tata Negara dalam arti sempit dengan Hukum Tata Negara dalam arti luas (meliputi Hukum Tata Negara saja) yang terdiri atas Hukum Tata Negara dan HAN. Hukum merupakan bagian dari hukum negara tersebut, yaitu hukum yang mengatur orang-orang yang memegang kekuasaan pemerintahan serta batas-batas kekuasaannya.

Hukum Tata Negara Menurut Pendapat Van Vollenhoven

Van Vollenhoven (1934) dalam bukunya yang berjudul "Staatsreechts Overzee" diartikan sebagai hukum yang mengatur masyarakat atas masyarakat hukum bawah menurut tingkatannya yang menentukan wilayahnya dan penduduknya serta menentukan badan-badan berikut fungsi dan kewenangannya. 

Hukum Tata Negara Menurut Pendapat Kusnardi

Kusnardi (1989:20) dalam bukunya Pengantar Tata Negara Indonesia menyebutkan bahwa Hukum Tata Negara sebagai sekumpulan peraturan hukum yang mengatur organisasi dari suatu negara, hubungan antar alat perlengkapan negara secara vertikal dan horizontal, serta kedudukan warga negara dan hak-hak asasinya. Analisis terhadap definisi ini mencakup unsur-unsur, peraturan hukum, organisasi negara, lembaga negara, hak warga negara dan jaminan hak asasi negara.



Uraian di atas menunjukkan berbagai pendapat tentang Hukum Tata Negara dan masih banyak lagi menurut pendapat yang lain. Dari definisi yang ada tersebut coba Anda identifikasi di mana letak unsur-unsur kesamaannya. Kemudian rumuskan dengan pendapat saudara sendiri.

Jika Hukum Tata Negara dilihat dari topangan keilmuan, ilmu ini berada pada dua kaki yaitu, antara ilmu politik kenegaraan dan ilmu hukum. Dilihat dari pembagian ilmu hukum dikategorikan sebagai hukum publik. Hukum yang objek pengaturan negara dikenal dengan hukum negara "staatsreecht". Seperti telah tersimpul dalam beberapa rumusan definisi yang dikemukakan di atas, masih dibedakan dalam arti luas dan dalam arti sempit.


DEFINISI PERBUATAN PIDANA MENURUT PARA AHLI DAN TEORI-TEORI TUJUAN HUKUM PIDANA

DEFINISI PERBUATAN PIDANA MENURUT PARA AHLI DAN TEORI-TEORI TUJUAN HUKUM PIDANA

DEFINISI PERBUATAN PIDANA MENURUT PARA AHLI

Terdapat beberapa pengertian daripada perbuatan pidana yang dapat dijadikan sebagai objek hukum pada hukum pidana. Sebenarnya ada beberapa versi dari definisi perbuatan pidana menurut para ahli hukum dari berbagai negara. Arti dari perbuatan pidana ini memiliki kesamaan dan juga perbedaan prinsip diantara pengertian-pengertian yang diberikan oleh para ahli hukum tersebut.

borgol adalah salah satu simbol penindakan hukum pidana | credit: www.freepik.com


Berikut ini rangkuman dari definisi atau pengertian suatu perbuatan yang dapat dikategorikan sebagai perbuatan pidana.

Definisi Perbuatan Pidana Menurut Moeljatno

Perbuatan Pidana adalah perbuatan yang dilarang, larangan tersebut dalam suatu undang-undang dan adanya ancaman pidana bagi barang siapa yang melanggarnya.

Definisi Perbuatan Pidana Menurut Simon

Perbuatan Pidana adalah perbuatan atau kelakuan yang diancam pidana, melawan hukum, adanya kesalahan dan mampu bertanggungjawab.

Definisi Perbuatan Pidana Menurut Van Hamel

Perbuatan Pidana adalah kelakuan dalam undang-undang, bersifat melawan hukum, adanya kesalahan dan patut dipidana.

Definisi Perbuatan Pidana Menurut Ch. J. Enschede

Perbuatan Pidana berarti kelakuan manusia yang berada dalam rumusan delik, bersifat melawan hukum dan adanya kesalahan yang dapat dicelakan.

Definisi Perbuatan Pidana Menurut Vos

Perbuatan Pidana adalah kelakuan manusia yang oleh peraturan perundang-undangan diberi hukuman.

Definisi Perbuatan Pidana Menurut Pompe

Perbuatan Pidana adalah kelakuan yang bertentangan dengan hukum (onrechmatig of wederrechtelijk), yang diadakan karena pelanggar bersalah (aan schuld van de overtreder te wijten) dan yang dapat dihukum (strafbaar)

Dari berbagai pengertian perbuatan pidana tersebut di atas terdapat perbedaan prinsip diantara pengertian perbuatan pidana yang dikemukakan oleh Moeljatno dan pengertian perbuatan pidana yang dikemukakan oleh Simon, Van Hamel, Ch. J. Enschede, Vos dan Pompe.

Pengertian perbuatan pidana yang dikemukakan oleh Moeljatno sama sekali tidak menyinggung sifat melawan hukum, maupun kesalahan sebagai elemen terpenting dari pertanggungjawaban pidana. Sementara baik Simon, Van Hamel, Ch. J. Enschede, Vos maupun Pompe dalam memberikan pengertian perbuatan pidana termasuk didalamnya adalah sifat melawan hukum, kesalahan dan pertanggungjawaban pidana.


TUJUAN HUKUM PIDANA

Ada berbagai jenis pendekatan yang digunakan oleh para ahli dalam menentukan tujuan daripada hukum pidana. Ada yang menggunakan aliran klasik, aliran modern dan aliran dari garis besar tujuan-tujuan hukum pidana.

Tujuan Hukum Pidana Menurut Aliran Klasik

Tujuan hukum pidana menurut aliran klasik adalah melindungi anggota masyarakat dari tindakan sewenang-wenang. Aliran ini dipelopori oleh Markies van Becaria dalam bukunya berjudul Dei delitte edelle pene. Dasar dari pijakan aliran klasik ini adalah asas legalitas, asas kesalahan dan pidana sebagai pembalasan.

Tujuan Hukum Pidana Menurut Aliran Modern

Tujuan Hukum Pidana pada aliran modern adalah melindungi masyarakat dari kejahatan. Landasan dari pemikiran aliran modern adalah bahwa dalam memerangi kejahatan harus memperhatikan disiplin ilmu lain. Selain itu, hukum pidana bersifat ultimum remidium. Artinya semua sarana atau instrumen untuk menegakkan hukum tidak lagi efektif , barulah hukum pidana digunakan.


GARIS BESAR PEMBAGIAN DARI TUJUAN PIDANA

Selain tujuan hukum pidana, terdapat pula tujuan pidana yang secara garis besar ada tiga:
  • Teori Absolut
  • Tujuan pidana adalah prevensi
  • Teori Gabungan


Tujuan Pidana Yang Berdasarkan Pembalasan atau Teori Absolut

Garis besar pembagian dari tujuan hukum pidana pertama kalinya adalah tujuan pidana yang didasarkan pada upaya pembalasa. Yakni menganggap kejahatan sebagai suatu ketidakadilan. Oleh karena itu haruslah dilakukan upaya pembalasan yang setimpal terhadap pelaku kejahatan. Tujuan pidana yang berdasarkan pada pembalasan ini dikenal dengan teori absolut yang dikemukakan oleh Immanuel Kant dan Julius Stahl.

Tujuan Pidana Adalah Prevensi

Tujuan pidana kedua adalah berbentuk prevensi. Tujuan pidana ini dikenal dengan teori tujuan atau teori relatif. Ada lima dari teori relatif:
  1. Generale Preventie
  2. Speciale Preventie
  3. Verbatering van de dader
  4. Onschadelijk maken van de misdadiger
  5. Herstel van geleden maatschappelijk nadeel
Generale Preventie atau pencegahan umum. Teori ini dikemukakan oleh Anselm Von Feuerbach bahwa apabila setiap orang mengerti dan tahu bahwa melanggar peraturan hukum itu diancam dengan pidana, maka ada tekanan untuk seseorang tidak melakukan perbuatan yang melanggar aturan tersebut. Keadaan ini dinamakan dengan istilah Psychologische Zwang.

Speciale Preventie atau pencegahan khusus. Aliran ini dikemukakan oleh Van Hamel dan Von Liszt. Pencegahan khusus artinya agar si pelaku kejahatan tidak lagi mengulangi perbuatannya.

Verbatering van de dader. Tujuan pidana menurut aliran ini adalah untuk memperbaiki si penjahat agar menjadi manusia yang baik. Oleh karena itu selama menjalani pidana, harus disertai dengan pendidikan yang dapat memperbaiki si penjahat.

Onschadelijk maken van de misdadiger. Aliran ini bermaksud menyingkirkan mereka yang tidak bisa lagi diperbaiki dari masyarakat. Dengan demikian dapat mencegah terjadinya kejahatan.

Herstel van geleden maatschappelijk nadeel. Tujuan pidana menurut aliran ini adalah untuk memperbaiki kerugian dalam masyarakat akibat kejahatan yang dilakukan.

Teori Gabungan

Teori gabungan adalah teori ketiga dari garis besar pembagian tujuan pidana. Teori gabungan menyeimbangkan antara pembalasan dan perlindungan terhadapa masyarakat. Teori ini dikemukakan oleh Vos, Groritius (Hugo de Groot) dan Hazenwinkel Suringa. Dalam teori gabungan ini, ada tiga aliran yaitu:
  • Titik berat pembalasan untuk melindungi masyarakat
  • Titik berat melindungi masyarakat tanpa meninggalkan pembalasan
  • Pembalasan dan perlindungan seimbang




Sumber:
Modul Pengantar Tata Hukum Indonesia – Penerbit Universitas Terbuka